3 Hal Esensial yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai Jadi Enterpreneur

Mungkin ini bukanlah sebuah opini yang populer dan disetujui oleh banyak orang, tetapi pada dasarnya, Perang Dunia I dan Perang Dunia II terjadi karena jumlah manusia di bumi sudah terlalu banyak. Lebih tepatnya, oleh sebab manusia yang banyak tadi punya pikiran dan hajat yang berbeda-beda, lalu tiap-tiap manusia tadi pasti akan saling bersinggungan dan tentunya akan terpercik konflik apabila hajat hidup dan kemauan masing-masing manusia tadi ingin diwujudkan.

Lantas, bukan enggak mungkin dong perang dunia selanjutnya bakal kejadian. Jumlah manusia yang menggerogoti “kesehatan” bumi kini pun makin banyak. Meski manusia dicap sebagai makhluk hidup ciptaan tuhan yang paling digdaya, tetapi kian hari manusia—yang punya sifat egois—malah kian memberi mudarat bagi bumi dan makhluk hidup lainnya. Keegoisan dan insting ingin survive dalam hidup manusialah yang bisa menjadi petaka dan memicu perang akhir zaman kelak.

3 Hal Esensial yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai Jadi Enterpreneur

Nah, daripada pusing mikirin Perang Dunia III, perpecahan bangsa manusia, juga kehancuran bumi, baiknya kamu introspeksi diri. Apa iya kamu sudah merdeka dari dalam diri, kamu yang masih kerja kantoran tentunya enggak bisa mengklaim sudah merdeka diri dong. Lha wong saban hari masih takut sama amarah bos dan tiap bulan masih mengharap honor kok.

Kalau kamu masuk golongan milenial, tentu kamu punya ambisi buat merdeka dalam diri, salah satu caranya ya dengan resign dan berdikari dengan menjalankan bisnis sehingga kamu bisa punya penghasilan stabil tanpa harus tunduk sama manusia lainnya. Kalau kamu masih bingung dan belum mantap buat jadi enterpreneur, ini ada beberapa poin penting yang bisa kamu simak!

1. Disiplin dalam Segala Aspek Kehidupan

Konon, yang bedain orang sukses dan khalayak biasa adalah perhatian yang tercurah pada hal-hal remeh. Entah kenapa, kita sering abai dan menyepelekan hal semacam ketepatan waktu. Misalnya, di antara kamu pasti masih sering ada yang misalnya janjian di pukul 1 siang, baru berangkat di pukul 1 siang juga. Meskipun cuma janji ketemu sama teman, seharusnya tabiat buruk dalam ketepatan waktu ini enggak boleh lagi kamu lakukan. Dengan berusaha disiplin dalam hal-hal remeh, kamu bakal meningkatkan nilai diri dan akan lebih mumpuni lagi waktu menghadapi hal-hal lebih prioritas dan krusial.

2. Selalu Berbuat Baik pada Semua Orang

Percayalah bahwasanya karma itu nyata adanya. Kamu pernah enggak nemuin orang yang kentara banget enggak menghargai orang lain? Ada aja loh orang yang memperlakukan orang lain—yang dianggap derajatnya rendah, semisal pramusaji di tempat makan—dengan enggak hormat.

Hal-hal dasar mengenai ajaran sopan santun pun seakan sering luput dalam praktik oleh kita, milenial. Sesederhana mengucap terima kasih, atau menatap ke mata orang yang mengajak kita berbicara saja tanpa pandang usia, jabatan, dan status seharusnya kamu lakukan di tiap kesempatan. Ingat, enterpreneur kan harus punya kemampuan komunikasi baik, kunci dari menjadi komunikator yang baik adalah mampu memperlakukan lawan bicaranya dengan baik.

3. Sadar bahwa Hidup adalah Proses Belajar

Selama kita masih bernapas, selama itulah kita menjalani proses belajar. Jadi, kamu baiknya selalu siagakan semua indera untuk bisa menyaring dan meraup segala input dari luar, lalu jadikan output yang berguna untuk meng-upgrade diri. Nah, di era canggih kayak sekarang ini, belajar bisa dari mana aja.

Paling sederhananya, pakai peramban pencarian di ponsel kamu. Biar lancar belajar dan mengeruk banyak hal positif dari internet, kamu bisa beli paket internet xl di Traveloka. Paket internet dari provider lain pun ada. Pokoknya, apa pun medianya, kamu pasti bisa kok memetik pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *